Skip to main content
x

Jalan Layang Kereta Api Kualanamu

Proyek Rel Kereta Api Dua Lajur dari Medan ke Bandara Kuala Namu

Rel kereta api dua lajur ini akan dibuat sepanjang 26 km dengan beberapa bagian dari rel ditinggikan untuk mencegah kemacetan lalu lintas di Medan. Rel kereta api baru ini akan mempersingkat waktu perjalanan dari pusat kota Medan ke Bandara Kuala Namu, yang akan melayani lalu lintas dua arah secara terus-menerus, dan akan menghemat setidaknya 10 menit dari 30 menit waktu perjalanan seperti saat ini.

Proyek ini adalah proyek pertama yang menggunakan segmental box girder di Medan, yang membutuhkan teknologi tingkat tinggi milik Wijaya Karya Tbk. karena dibangun di atas jalur kereta api aktif yang sudah ada. Sebagai kontraktor utama, WIKA BETON Tbk. bekerja sama dengan Kontraktor Utama untuk memastikan bahwa proyek akan selesai secara efektif pada program 'fast-track' dengan memasok precast segmental box girder yang digunakan untuk span utama di struktur bagian atas.

Satu segmen box girder memiliki tinggi 2,4 meter dan lebar 10,3 meter, dengan berat maksimum 40 ton. Sementara itu, tinggi tipikal span utama adalah 40 m yang membutuhkan 15 segmen untuk satu rentang. Jumlah segmen precast girder adalah 2.974 buah. Mereka diproduksi oleh pabrik-pabrik sementara milik Wika Beton di Tembung-Medan dengan menggunakan sistem produksi precast segment satu jalur.

Karena jembatan dibangun di jalur lalu lintas kereta api yang terkenal padat, Kontraktor mengadopsi pendekatan inovatif atas instalasi segmen jembatan untuk struktur bagian atas. Inovasi ini tidak hanya memastikan bahwa proyek akan selesai sesuai jadwal, tetapi juga menunjukkan penghematan biaya sebagai hasil pengurangan kompleksitas konstruksi.

 

Box girder ini didirikan menggunakan metode pemasangan span by span. Box segment dimulai pada satu dermaga dan dibangun terus-menerus dengan menempatkan segmen selanjutnya ke ujung jembatan satunya. Segmen diposisikan dengan menggunakan launching truss. Sebelum segmen ditempatkan, launching truss dikaitkan di antara dua dermaga. Kemudian, segmen diangkut menggunakan low-bed trailer ke span di bawah konstruksi. Setiap segmen diangkat dan ditempatkan ke posisinya. Setelah semua segmen berada dalam posisinya, pier segment baru ditempatkan.

Tahap akhir dimulai dengan menjalankan longitudinal prestressing tendons melalui saluran segmen dan prestressing ke seluruh span. Setelah span selesai, rangkaian launching truss diturunkan dan dipindahkan ke span berikutnya di mana urutan pemasangan tadi dimulai lagi sampai jembatan selesai.

Karena tidak ada tempat untuk menyimpan segmen di lokasi proyek, semua segmen yang datang harus segera dipasang pada posisi jembatan yang direncanakan. Untuk menghindari lalu lintas kereta api, semua pemasangan segmen harus dilakukan hanya selama jendela waktu diberikan oleh operator rel kereta api.