Kebijakan CSR

Dasar Undang-Undang

WIKA Beton menyelenggarakan kebijakan CSR berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007, Bab V, Pasal 74 ayat (1). Dalam undang-undang tersebut dijelaskan bahwa perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan program CSR. Perseroan berinisiatif untuk melaksanakan program CSR yang tepat guna sesuai dengan kebutuhan. Program dan kegiatan CSR menjadi kunci dari keberlanjutan bisnis Perseroan serta memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Sebelumnya, kegiatan, program, dan biaya CSR Perseroan terkonsolidasi dan terpusat penyelenggaraannya di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebagai Perusahaan Induk.

Kebijakan ISO 26000

WIKA Beton menyadari bahwa implementasi CSR sangat penting sebagai penopang pertumbuhan berkelanjutan baik bagi Perusahaan, masyarakat, maupun lingkungan.

Pada 2015, WIKA Beton menyempurnakan strategi dan kebijakan CSR secara komprehensif dengan menyusun kebijakan dan program CSR berbasis ISO 26000. CSR tidak hanya dipandang sebagai aktivitas pengembangan masyarakat (community development) dan kegiatan filantrofis, tetapi CSR dalam arti luas yang mencakup aspek lingkungan hidup, praktik bisnis yang sehat dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Tahun 2016, PT Wijaya Karya Beton Tbk., telah menyusun program CSR dengan pelaksanaan yang mengacu kepada Kebijakan ISO 26000, baik yang dilaksanakan secara tersendiri oleh Perusahaan maupun yang terintegrasi dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.